SOK SIBUK

[sok sibuk][bleft]

YOUR GUARDIAN SEASON 2

[Your Guardian Season 2][bsummary]

SI MEONG SEASON 2

[Si Meong Season 2][grids]

#GAPTEK

[GAPTEK][twocolumns]

Your Guardian Season 2 Part 2: Bertemu Kawan Lama


Akhirnya aku memutuskan untuk menerima tawaran kerja itu setelah Ibu mengatakan hal itu kepadaku. Aku segera menelepon sang direktur dan sang direktur sangat senang nampaknya. Dia mengatakan bahwa aku bisa langsung kerja besok. Aku pun ikut senang. Mengingat ini adalah pekerjaan yang aku idam-idamkan sekian lama. Keesokan harinya aku bangun, bersiap-siap, dan pergi dari rumah sekitar jam 7 pagi. Sebelum pergi, tak lupa aku juga meminta restu dari Ibu.

"Semoga sukses ya nak, Ibu selalu mendoakanmu."
"Iya, bu. Aku pergi dulu ya."
"Hati-hati di jalan ya nak."
"Iya bu."

Pukul 8 aku datang di kantor. Aku disuruh untuk menemui direktur di ruang pribadinya. Aku diarahkan sedikit, aku dikenalkan dengan atasan bagianku, kemudian aku dipersilahkan untuk bekerja. Aku sangat enjoy pada hari pertama ini. Satu per satu orang aku kenal, dari atasan sampai paling bawah dalam jabatan. Sampai aku menemui seorang yang nampak familiar, karena kacamata yang ia kenakan.

"Hey bro, lah lu di sini bro?"
"Hehehe, iya."
"Ngomong-ngomong, masih inget gak lu ama gue?"
"Hmm, siapa ya. Kok lupa gue?"
"Yailah bro, Febri, bro. Febrian Verdiansyah!"
"Oalah bro, ini lu toh bro! Pantesan kok gue liat-liat muka lu familiar.."
"Hahahaha, masa sama kawan seperjuangan lupa sih bro?"
"Hahaha, gue mah orangnya pikun sekarang. Hahahahaha!"
"Eits, di sini dilarang pikun kalau lu ga mau kerjaan lu numpuk. Hahaha."
"Oh gitu ya? Hahahaha. Ngomong-ngomong lu jadi apa di sini?"
"Ya... wakil kepala bagian. Bagian keuangan sama promosi."
"Gila, 2 bagian sekaligus?"
"Yup."
"Gajinya berapa bro?"
"Mau tau aje lu. Yaudah, kerja. Nanti gue traktir makan di kantin."
"Serius bro?"
"Yoi lah! Masa seorang Febrian Verdiansyah berbohong?"
"Oke-oke, kerja dulu yak."
"Ya, gue mau ke ruang direktur dulu."
"Oke bro."

Setelah membuat 1 video animasi tentang profil perusahaan yang akan diberikan ke direktur, aku bersantai sejenak. Ternyata ini sudah jam 12 siang. Aku harus ke kantin, mumpung ada yang bayarin! Hahahaha :D.

Aku sampai duluan di kantin. Aku menunggu Febri sekitar kurang lebih 15 menit. Yak, begitu Febri datang, dia malah bilang gini.

"Semangat bener lu kalau ada yang nraktir bro!"
"Jangan gitu lah bro, kan menepati janji..."
"Hahahaha, alasan lu! Bilang aja ga punya uang."
"Nah, itu sudah tau. Hahaha."

Setelah perbincangan singkat itu, kita langsung memesan makanan. Mie pangsit yang aku pesan, nasi goreng pedas level 10 yang Febri pesan.

"Wuik, level 10 bro? Ati-ati kepedesan loh bro."
"Halah bro, masak ga kuat sama nasgor level 10? Orang ditikung aja gue kuat kok."
"Yah, curhat ni orang. Hahahaha."

Sebelum makanan datang, kami berbicara banyak hal, dari bagaimana aku diterima di perusahaan ini, sampai masalah percintaan.

"Emang lu masih jomblo, bro?"
"Iya lah bro, masih belum ada yang cocok sama gue."
"Sudah kuduga."
"Emang lu udah punya?"
"Ya... belum sih. Hahahaha."
"SUDAH KUDUGA! HAHAHAHA."

Sambil makan, kita lanjut berbincang-bincang. Gue heran sama Febri, dia tetap bisa lancar ngomong meskipun sambil makan nasi goreng level 10. Gila, Febri is the true chilli lover! Setelah perbincangan yang panjang itu kami langsung kembali ke posisi kerja masing-masing. Setelah aku menuju ke tempat kerjaku, aku harus meng-kopi hasil animasiku ke flashdisk dan menyerahkan ke direktur, tapi harus melalui sekretarisnya. Aku kan tidak tahu siapa sekretarisnya. Bodohnya aku, aku tidak sekalian tanya sama pak direktur saat bincang singkat tadi pagi. Aku tanya ke teman yang dekat saat itu dan menunjukkannya kepadaku.

"Cantiknya..."

Kagumku dalam hati. Sosok sekretaris itu mengingatkanku kepada Merry. Aku menyerahkan flashdisk itu dengan gugup karena melihat keanggunannya. Tatapannya... rambutnya... Ow, sempurna! Tapi apa daya aku, aku hanyalah anak baru yang ga mungkin bisa dapetin dia.

Tanpa gue sadari, Febri melihat aku sedang gugup seperti itu di depan sekretaris pak direktur. Febri mendekatiku dan...

"DOR! Falling in love, nih."
"Apa sih bro!"
"Halah, jujur aja ama gue bro!"
"Apaan sih bro?"
"Yah, marah. Lu mau tau ga cara biar bisa deketin dia?"
"Gimana emangnya bro?"
"Ya kan, suka kan? Jadi gini caranya."

-- Emangnya gimana cara biar bisa deketin itu sekretaris? Baca kelanjutannya hanya di Michael David Blog!

2 comments:

  1. Inimah, judulnya ada cinta di pertama masuk kerja, hehe. Terus kejar mas, sampai dapat, mana tau jodoh :-)

    Owh selamat iya atas kerja barunya iya.

    ReplyDelete